Dies Natalis ke 52, Rektor UIN IB : Ke Depan, Langkah Kinerja dan Kebersamaan UIN IB Harus Makin Padu

HumasUINIB, 29/11/18. Melanjutkan berbagai capaian yang sudah diraih dan upaya mewujudkan visi yang sudah ditetapkan, ke depan langkah kinerja dan kebersamaan cicivtas akademika UIN Imam Bonjol harusa makin padu, sehingga mampu menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Demikian di antara pernyataan Rektor UIN IB, Dr. Eka Putra Wirman, MA saat memberikan pidato dalam Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke 52 UIN Imam Bonjol, pagi tadi, Kamis 29/11/18 di GSG Prof. Mahmud Yunus, Kampus II Lubuk Lintah Padang.

Di hadapan anggota Senat dan civitas akademika UIN IB, lebih jauh DR. Eka menjelaskan bahwa di penghujung 2018, ini sudah lebih satu tahun IAIN Imam Bonjol beralih status menjadi UIN. Dalam kurun waktu itu pimpinan bersama civitas akademika telah berupaya melakukan berbagai hal guna mengubah cita rasa institute yang sudah 50 tahun lebih melekat berubah pula menjadi cita rasa Universitas. Univesitas baru yang menatap masa depan dengan positif dan memiliki ekspektasi yang menunjukkan kepercayaan diri untuk mampu menjadi yang terbaik.

Saat ini mahasiswa UIN berjumlah sekitar 12.800an orang yang tersebar pada 38 prodi, di enam fakultas dan Pascsarjana, di tiga kompleks kampus. Mereka dilayani oleh 354 dosen yang pns, dengan rincian 15 orang profesor, 187 orang bertitel doctor, 250 orang bergelar magister dan hanya 2 orang lulusan S.1yang sudah senior dan sebentar lagi akan pensiun. Diantara 250 orang tersebut 78 orang tengah mengikuti kuliah tingkat doktor di dalam negeri, dan 2 orang di luar negeri. Ditambah dengan 237 tenaga dosen non PNS yang dipastikan sudah lulus S.2. Kemudian tenaga non kependidikan/administratif sebanyak 170 orang PNS dan 48 orang non PNS.

Dari segi pembangunan fisik, UIN Imam Bonjol secara bertahap tahun ke tahun terus melakukan pembenahan dan penambahan bangunan. Tahun 2018 ini anggaran lebih diarahkan kepada hal-hal fisik, diantara rehab gedung kuliah dan pemenuhan fasilitas belajar. Kemudian menyelesaikan gedung pustaka lengkap dengan landscapnya, bersamaan dengan landscap gedung rektorat, yang insyaallah akan selesai pada tahun ini. Rehab masjid kampus dan pembangunan menaranya juga telah selesai dan sudah diresmikan pemakaiannya oleh dermawan yang memberikan bantuan, yakni DR. Osman Sapta Odang, pada tanggal 25 Oktober yang lalu. Seorang putra Minangkabau yang lahir di Kalimantan, seorang pengusaha dan politikus yang saat ini menjadi ketua DPD Republik Indonesia. Mulai tahun 2019 insyaallah UIN IB akan mendapatkan kucuran dana SBSN untuk pembangunan kampus III UIN IB di Sei. Bangek.

Pencapaian di bidang akademik, saat ini UIN Imam Bonjol telah memiliki Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) B, dengan nilai 315. Empat (4) prodi berakreditasi A, 29 B, 2 prodi di Pascasarjana dalam proses menunggu visitasi dari surveyor. Sementara 3 prodi baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menunggu waktu untuk memprosesnya.

Sesuai target Dirjen Diktis ‘setiap UIN harus terakreditasi A, maka untuk ke depan akreditasi APT UIN Imam Bonjol harus A. Untuk itu minimal 50% dari seluruh prodi yang ada di UIN IB harus terlebih dahulu terakreditasi A. Kami yakin, dengan komitmen bersama, perubahan sikap dan etos kerja segenap civitas akademika, target tersebut akan dapat dicapai; sekalipun tidak mudah, butuh perjuangan, bahkan pengorbanan, terutama dari segi waktu, pikiran dan tenaga.

Disamping UIN IB juga sudah memiliki jurnal yang berakreditasi nasional, yakni jurnal Ta’lim dan jurnal Kafa’ah sejak tahun 2017. Awal tahun 2018 kita juga sudah memeliki tiga jurnal yang dikelola FEBI dengan akreditasi Sinta, 3, 4 dan 5.

Pada tahun ini UIN Imam Bonjol juga telah mengajukan ke Kemenristekdikti pembukaan dua prodi. Saat ini sudah dipersiapkan 5 prodi baru untuk diproses ke Silenkerma. Selanjutnya kita akan terus berupaya untuk memacu semua komponen agar menbingkatkan kinerja dalam rangka mewujudkan visi UIN IB ke depan.

Dalam bidang akademik dan kelembagaan, pada saat iniada dua agenda besar yang perlu dituntaskan, yaitu pelaporan forlap dikti 2017 1 dan 2017 2. Selain itu juga menuntaskan pelaporan alumni yang terdaftar sehingga mahasiswa baru mulai dari 2009 terdaftar sebagaimana surat edaran Kemenristekdikti.

Pembenahan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKM) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi sudah dituntaskan pada akhir tahun 2017. Hal ini penting, mengingat tidak hanya pola kehidupan masyarakat yang berubah, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat, juga berefek pada percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan kecendrungan profesi yang tersedia di tengah tengah kehidupan masyarakat. UIN Imam Bonjol harus jeli melihat perubahan perubahan itu dan menyiapkan berbagai antisipasi untuk menyikapi perkembangan dimaksud. Bila tidak UIN IB akan ditinggalkan masyarakat, sebab kredibilitas lulusannya tidak terpakai oleh masyarakat.

Dies ke 52 tahun ini juga menampilkan orasi ilmiyah dari DR. Sefriyono, M.Pd, dengan judul Pemberdayaan Adat bagi Pencegahan Radikalisme Agama di Tanah Minang. Sefriyonio merupakan lulusan terbaik dari program doctor Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam orasinya ia menggambarkan bahwa di Minangkabau yang dikenal dengan falsafah adatnya “adaik basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” adat merupakan bagian dari perwujudan sikap keagamaan. Terutama ajaran yang berkenaan dengan hubungan dengan sesama makhluk. Namun demikian dalam sejarah pembauran antara adat dan agama Islam di Minangkabau, adat ternyata menjadi satu faktor pencegah berkembangannya radikalisme agama di tengah-tengah masyarakat. Sebab orang orang yang hanya mementingkan ajaran agama, tanpa mempedulikan adat yang tidak bertentangan dengan agama, justru tidak diterima oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (EN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *