Gerak Jalan Santai Meriahkan Dies Natalis UIN IB Ke-52

HumasUINIB, 26/11/18. Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-52, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang menggelar Gerak Jalan Santai yang diikuti oleh para dosen dan pegawai administrasi beserta keluarga. Rute kegiatan ini dimulai dari Kampus I Program Pascasarjana jalan Sudirman menuju Kampus II Lubuk Lintah, dalam hal ini diikuti oleh seluruh civitas akademika UIN IB.

Sebelumnya, Rektor UIN IB melepas peserta gerak jalan di halaman Kampus I Program Pascasarjana jalan Sudisrman. Rektor Dr. Eka Putra Wirman, Lc. MA mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden No 35 tahun 2017 mengenai alih status IAIN IB menjadi UIN IB, itu juga harus diikuti dengan perubahan pola pikir segenap civitas yang sesuai dengan namanya. “Tetapkan pola kebersamaan dan saling isi mengisi dalam membangun lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan target menuju kemajuan,” katanya.

Menurutnya, suksesnya suatu perguruan tinggi tergantung dari peminat dan alumni. “Kita harus percaya bahwa sangat banyak masyarakat yang mau mendidik putra-putrinya kuliah di kampus kita. Maka keinginan itu harus diapresiasi. Saya mencatat dan mengambil pengalaman, suksesnya sebuah perguruan tinggi menurut hemat saya adalah bergantung dari alumninya yang sukses pula,” imbuhnya.

Lebih kurang 5 kilometer perjalanan, seluruh peserta berpeluang memperoleh berbagai hadiah. Hadiah utama berupa beberapa unit sepeda, kulkas, dan hadiah hiburan lainnya yang akan di undi sesuai dengan kupon peserta kumpulkan saat setelah sesampainya di Kampus II UIN IB. Rektor yang didampingi oleh beberapa pejabat lainnya itu menyampaikan gerak jalan ini lebih mengutamakan kebersamaan. “Yang kita utamakan dari kegiatan dies natalis ini bukan hadiah-hadiah besar itu. Tapi bagaimana kebersamaan yang telah terbangun selama ini terus dibina secara bersama pula,” harapnya saat memilih undian kupon dalam box.

Diakhir pembagian hadiah, acara dilanjutkan dengan penyerahan dokumen antalogi naskah yang disimpan oleh seorang pensiunan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Raichul Amar kepada Rektor Dr. Eka Putra Wirman Lc. MA. “Yang tercecer ini adalah upaya kami mengingatkan kalau dulu kita punya prestasi membanggakan kiranya dokumen ini harus dijaga dan dijadikan sejarah,” pinta Raichul Amar. (Pudi/EN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *