UIN IB LAKUKAN KONSORSIUM KEILMUAN DOSEN

HumasUINIB,08/08/18.
Dalam upaya meningkatkan sdm tenaga pendidik dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan pengembangan kurikulum pada setiap prodi, UIN Imam Bonjol Padang lakukan Konsorsium Keilmuan Dosen. Acara yang diprakarsai Lembaga Penjaminan tersebut berlangsung selama 3 hari (8 s/d 10 Agust 2018) di GSG M Yunus, lampus II Lubuk Lintah Padang.

WR I UIN IB Dra. Hetty Waluati Triana, P.Hd dalam sambutan dan arahannya saat membuka konsorsium tersebut menjelaskan bahwa keberadaan konsorsium keilmuan dosen di sebuah universitas sesungguhnya menjadi suatu keniscayaan, tidak boleh tidak mesti ada. Sebab dengan aktifnya suatu konsorsium keilmuan, dapat membantu dosen dosen yang tergabung di dalamnya dalam mengupdate perkembangan bidang keilmuannya. Aktiftas dosen dosen yang saling sharing informasi tentang perkembangan suatu cabang ilmu pengetahuan pada akhirnya akan berdampak pada pengembangan dan penyempurnaan kurikulum yang tidak boleh statis. Sebab setiap ilmu sesungguh tidak boleh statis, ia mesti berkembang sesuai dengan perubahan objek material dan objek metodologinya.
Selanjutnya Hetty juga menambahkan bahwa melalui wadah konsorsium, diharapkan para dosen dapat secara bersama melahirkan berbagai rencana penelitian ilmiah, baik penelitian yang bersifat pribadi maupun kelompok. Disamping itu, untuk menulis karya ilmiah yang bakal dipublis di jurnal terakreditasi, sudah ada anjuran untuk dilakukan secara tiem.

Ketua LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) UIN Imam.Bonjol kepada Humas UIN IB menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut, antara lain adalah terbentuknya beberapa konsorsium keilmuan dosen dosen. Diharapkan pada setiap prodi ada konsorsiumnya. Kemudian keberadaan konsorsium pada akhirnya dapat 1, Merancang Kurikulum (PS. sesuai bidang Ilmu Konsorsium), 2. Merumuskan RPS, 3. Memberikan Penguatan Output Penelitian, 4. Memberikan Penguatan Output Pengabdian Masyarakat (PKm), 5. Merancang kegiatan Seminar Keilmuan, 6.Telaah dan Evaluasi Kurikulum, 7. Sharring update keilmuan, 8. Jaringan Kerjasama Penguatan dan Pengembangan Bidang Ilmu dan 10. Merumuskan Standar Kompetensi Lulusan.
Mengutip apa yang pernah disampaikan Prof Dr Atho Mudzhar, Dr. Yasmadi menambahka bahwa pembentukan konsorsium memiliki beberapa fungsi:
1. memberikan kesempatan bagi para dosen untuk selalu update terhadap perkembangan ilmu pengetahuan;
2. memberikan kesempatan untuk berbagi keahlian antarsesama dosen dan peneliti;
3. ketiga, meluaskan kegiatan penelitian, penulisan, dan penerbitan karya ilmiah secara bersama;
4. memberikan kesemppatan untuk memperluas jaringan dan kerja sama antarilmuan pada tingkat universitas, nasional, dan internasional; dan
5. merumuskan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam bidang keilmuan yang bersangkutan.

Sementara itu Peran & Fungsi Konsorsium Dosen Bidang Ilmu antara lain adalah ;
1. Kelompok Konsorsium Bidang ilmu merupakan pelaksana fungsi keilmuan dosen yang tergabung di dalam wadah pengembangan masyarakat akademik dan menjadi sumberdaya utama dalam disiplin keilmuan dan keahlian tertentu.
2. Kelompok Konsorsium berfungsi mengembangkan keilmuan dan keahlian melalui program penelitian, pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.
3. Program penelitian, pengabdian masyarakat, pembinaan keilmuan dan pembinaan kepakaran dilakukan oleh Kelompok Konsorsium
4. Kelompok Keahlian dapat menyelenggarakan forum ilmiah dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan citra dan kualitas kegiatan akademiknya.
5. Pembentukan, pengembangan dan penutupan Kelompok Konsorsium didasarkan atas tuntutan perkembangan keilmuan, keahlian dan perkembangan masyarakat serta pertimbangan Senat Univertas.

Proses Pembentukan Konsorsium Dosen memiliki beberapa tahap, yakni pengkoordinasian kepakaran dosen dalam lingkup Kelompok Konsorsium mencakup pembinaan dan pembentukan kelompok keahlian/Konsorsium/konsentrasi, pendataan dan pengelompokan kompetensi/bidang keahlian dosen tetap yang berasal dari Program Studi. Definisi bidang keahlian dosen-dosen didasarkan pada:
1. pendidikan (S1, S2, S3)
2. publikasi ilmiah yang diterbitkan
3. Jika dosen memiliki bidang keahlian yang sesuai dengan dua atau lebih homebase maka dosen tersebut dapat memilih homebase yang paling sesuai
4. Homebase dosen menagcu pada linearitas sesuai ijin pembukaan prodi dan standar BAN PT
5. penelitian yang digeluti
6. mata kuliah yang ampu.
Apabila kemudian ada dosen memiliki bidang keahlian yang sesuai dengan dua atau lebih Kelompok Keahlian/Konsorsium/konsentrasi maka dosen tersebut dapat memilih Kelompok Keahlian/Konsorsium/konsentrasi yang paling sesuai baginya. (EN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *