UPB UIN IB Sosialisasikan System Pembelajaran dan Test Bahasa Arab Online

HumasUINIB, 12/07/18

Dalam upaya meningkatkan SDM tenaga pendidik dan mengikuti perkembangan system pembelajaran bahasa Arab seiring dengan perkembangan teknologi informasi, Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN Imam Bonjol sosialisasikan System Pembelajaran dan Test Bahasa Arab Online kepada dosen-dosen bahasa Arab di UIN Imam Bonjol, Rabu 11/07/18 di gedung Rektorat Kampus Lubuk Lintah Padang. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan dengan mendatangkan tim dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah menjalin kerjasama dengan Al-“Arabiyya Institute Leipzig Jerman berkenaan dengan Penggunaan e-Toafl dalam Pembelajaran Bahasa Arab Onlin.

Kepala UPB UIN Imam Bonjol Dr. Asrina menyatakan bahwa merupakan suatu keberuntungan yang patut disyukuri oleh civitas akademika UIN IB atas kesediaan tim dari UIN Sunan Ampel Surabaya untuk datang dan kemudian sharing tentang temuan baru dalam pembelajaran dan test online bahasa Arab dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi. Menurut Asrina, system ini nantinya bisa menjadi satu pilihan bagi dosen dosen bahasa Arab dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) dengan mahasiswa. Apalagi system ini sudah digunakan lebih dari 100 negara, sehingga bisa menjadi indikator dari bagusnya kualitas system yang ditawarkan.

Koordinator Bahasa Arab UIN Sunan Ampel yang juga ketua mentor system dimaksud, Muhammad Budiono, S.Ag., M.Pd.I menjelaskan bahwa Modern Standar Arabic yang dikembangkan oleh Center of Excelence in Teaching and Testing of Arabic (CETTA) merupakan system pembelajaran dan test bahasa Arab secara online yang sudah teruji. System ini menggunakan jaringan internet dengan aplikasi yang sudah dapat diunduh, baik melalui laptop/PC ataupun hp android. Hanya saja untuk testingnya secara online harus menggunakan laptop atau PC, sebab terkait dengan kualitas layar dan gambar (videocall). Syarat lainya punya jaringan internet yang kuat dan didukung oleh keyboard Arab.  Satu di antara keunggulan dari system yang dikembangkan dan berbasis teknologi informasi ini adalah hasil pembelajaran dan testingnya sudah terukur dengan angka angka. Siapapun yang melek teknologi informasi dapat menggunakan system ini untuk belajar dan testing yang nilainya sudah diakui secara international.

Lebih jauh Muhammad Budiono menjelaskan bahwa system ini pada tahun 2016 sudah diterapkan pada 120 negara di dunia, sementara member yang sudah menggunakan aplikasi adalah 6000 lebih.  Seluruh perguruan tinggi di Timur Tengah sudah menggunakan system yang ditemukan oleh seorang guru besar di Universitas leipziq Jerman. Sementara untuk Indonesia pemegang lisensinya dipercayakan kepada UIN Sunan Ampel Surabaya. Pihak UIN Sunan Ampel sudah menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama RI, cq Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Agama, Direktur Peguruan Tinggi Kementerian Agama sudah merencanakan menggunakan system ini untuk syarat seseorang lulus ujian S.2 dan S.3. Maksudnya seorang kandidat master dan doktor agama  saat akan menjalani ujian tertutup wajib menyerahkan sertifikat dari system ini. Untuk master sertifitas B.1, sedangkan untuk kandidat doktor sertifitat B.2. (EN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *