UIN Imam Bonjol Tekan MoU dengan Pemda Kab. Solok dan Lakukan Penyuluhan Agama

HumasUINIB, 12/07/18

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Dr. Eka Putra Wirman, MA mengapresiasi Pemda Kab Solok tentang program dan pedoman pelaksanaan maghrib Al-Quran dan subuh berjamaah yang tertuang dalam Peraturan Bupati No 18 tahun 2018. Hal ini disampaikanya dalam acara penyuluhan agama dan sekaligus penandatangan MoU antara UIN IB Padang dengan Pemda Kab Solok. (rabu,11/7/2018), di Arosuka Kantor Bupati. Menurut DR. Eka, kesepakatan antara Pemda kab. Solok dan UIN Imam Bonjol dalam upaya mengimplementasikan Perbup. No. 18, adalah langkah baru bagi Pemda dan juga UIN Imam Bonjol dalam meningkatkan kegiatan kehidupan beragama umat Islam. Bagi UIN IB hal ini merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan pemda kab Solok sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Agama yang harus bergandengan dengan pemeeintah dalam membangun spritualitas masyarakat.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Biro AAKK UIN IB Drs. Salman K Memet, Kepala Pengabdian Pada Masyarakat Testru Hendra, Sekretaris Masrial,MA, Kabag kerjasama Dra. Dadiarni, Kasubag Humas Suardi Sikumbang, S.Ag, M.Si. Kabag Kesra Setda Kab. Solok Noviarman dan pejabat lainnya.
Eka mencermati isi dari peraturan itu, intinya bagaimana Pemda dekat dan bertanggungjawab dengan kehidupan keagamaan masyarakat. Magrib al-Qur’an dan Subuh Berjamaah memiliki energy luar biasa, tidak saja memberikan energy yang berfikir dengan otak tapi juga memberikan rasa dengan qalbu. Dengan fikir bisa merasa dan dengan qalbu bisa memahami.
Eka mencontohkan Rasulullah pemimpin dan jendral tertinggi, tapi beliau itu bathinya luar biasa. Beliau itu panutan umat tapi zuhudnya paling hebat. Dan zuhud yang paling hebat kalau dilakukan oleh pemimpin dan penguasa. Rektor menghimbau warga kampus agar mencermati Mou tersebut. Karena UIN IB Padang sebagai barisan terdepan dalam aktivitas keagamaan.

Sementara itu Bupati Kab. Solok Gusmal, dalam sambutanya mengatakan, saya wajib merobah kehidupan masyarakat kepada yang lebih baik yaitu masyarakat Qur’ani. Kalau masyarakat dan petani Qur’ani pasti memulai setiap aktifitas dengan bissmillah dan zikir. Dan segala sesuatu di mulai dengan mengingat Allah. Kalau masyarakat pedagang yang qur’ani tidak akan mencampurkan dangan yang baik dengan yang buruk. Dan dalam menimbang jangan kurang berantnya.
Bupati mengatakan dengan adanya Mou ini pihak UIN Imam Bonjol bisa membantu membuat program kerja keagamaan sesuai dengan magrib qura’ani dan subuh berjamaah. Apalagi saat ini akan turun mahasiswa KKN UIN IB Padang di Sumatera Barat. (Rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *