Pegawai BLU UIN IB Tandatangani Kontrak Kerja

HumasUINIB, 5/03/18

Sebanyak 86 orang pegawai Badan Layanan Umum (BLU) tanda tangani kontrak kerja dengan UIN Imam Bonjol, Jum’at 2/3/18 di Gedung Serbaguna (GSG) kampus II Lubuk Lintah Padang. Pegawai BLU tersebut terdiri dari bagian security 26 orang, administrasi 43 orang, sopir 11 orang dan pramubakti 6 orang.

Kabag Organisasi dan Kepegawaian UIN Imam Bonjol, Afrizal, S.Sos yang hadir mewakili rektor menjelaskan bahwa pegawai BLU yang merupakan Aparatur Sipil Negara non PNS sesuai UU no. 5 tahun 2014, disiplin kerjanya disetarakan dengan PNS. Maka kontrak kerja yang harus ditanda tangani oleh seluruh pegawai BLU ASN non PNS yang ada di UIN Imam Bonjol telah merujuk kepada PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS, UU no. 5/2014 tentang ASN dan PP no. 11/2017 tentang manajemen PNS. Oleh sebab itu menurut Afrizal, sesuai dengan tertera dalam kontrak kerja, ASN atau pegawai BLU UIN Imam Bonjol selama masa kontrak kerja disamping memiliki berbagai kewajiban,  juga berhak  mendapatkan hak-hak sebagaimana PNS. Seperti hak cuti kerja, hak lembur dan hak-hak lainnya sesuai dengan undang undang dan peraturan yang berlaku.

Lebih jauh disampaikan bahwa kontrak kerja yang ditanda tangani berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya. Dikarenakan masa kontrak kerja hanya berlaklu selama satu tahun, oleh sebab itu Afrizal menyarakan kepada seluruh pgawai BLU dimaksud untuk menunjukkan kinerja yang baik. Sebab pemutusan hubungan kerja, dalam artian tidak diperpanjang lagi tidak hanya karena faktor kebutuhan universitas, tetapi juga penilaian terhadap kinerja terhadap pegawai BLU masing-masing. Afrizal juga megingatkan agar pegawai BLU menjaga nama baik lembaga di mana bekerja dan tidak melakukan tindakan kriminal serba perbuatan amoral yang dapat menimbulkan PHK saat masa kontrak masih berjalan.

Sebelum penandatangan kontrak, sempat berlangsung tanya jawab yang hangat antara pegawai BLU dengan pihak universitas. Beberapa di antaranya menanyakan proses pengajuan cuti dan hak lembur yang tidak dirincikan dalam kontrak kerja. Kemudian juga bagian tenaga sopir mempertanyakan tentang jam kerja yang minimal harus terpenuhi 7.5 jam sehari. Semua pertanyaan tersebut ditanggapi dengan baik, sehingga melegakan pihak pegawai. EN.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *